Masa Kecil Michael Jordan

Masa Kecil Michael Jordan

Masa Kecil Michael Jordan

Seorang bintang besar lahir dalam keluarga sederhana. Inilah kisah masa mungil Michael Jordan menjual baju-baju bekas di daerah kumuh. Mungkin nggak seluruh orang tau siapa itu Michael Jordan, akan tetapi bagi mereka yg suka menggunakan hal-hal berbau olahraga terutama basket, pasti mengenal benar siapa sosok Michael Jordan. Pemilik nama asli Michael Jeffrey Jordan ini merupakan seorang pemain basket legendaris yang namanya sudah populer seantero jagat. Hampir sebagian besar penduduk bumi mengenal sosok legendaris basket satu ini.
Michael Jordan dianggap menjadi keliru satu pemain basket terbaik yg pernah terdapat didunia, menggunakan koleksi enam gelar kampiun serta 5 kali berhasil meraih lima gelar MVP regular. Michael akhirnya purna tugas berasal NBA pada tahun 2003 sehabis sempat bermain bagi Washington Wizards.

Waktu ini beliau tercatat menjadi pemilik berasal tim NBA, Bobcats. Meski telah purna tugas asal olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tidak tergantikan. Nama Michael Jordan masih menjadi imbas akbar didunia basket. hingga kini , nama Michael Jordan masih terkenal serta bahkan melegenda menggunakan julukannya ‘Air Jordan’. Julukan ini diberikan usai Jordan menjuarai kontes slam dunk pada NBA All Stars 1987. ketika itu, Jordan mampu melompat jauh serta melayang di udara selama beberapa detik.

Waktu ia masih beliaia hanyalah pemain guard biasa tanpa kelebihan yang signifikan asal pemain lainnya. Bahkan pelatihnya saat dia masih remaja mengakui Jordan hanya pemain biasa saja. lalu bagaimana Jordan yang biasa-biasa saja bisa menjadi sosok yang luar biasa? Berikut kisah inspiratif sanga legenda basket Michael Jordan, yang harus kalian ketahui!

1. Michael Jordan kecil

Michael Jordan lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York di 17 Februari 1963. dia terlahir berasal keluarga yang kekurangan, mempunyai 4 orang saudara sementara upah ayahnya yg hanya sedikit tidak cukup buat menafkahi famili.

2. Tantangan asal sang ayah buat berjualan kaos bekas sebagai titik jelas kesuksesan Michael Jordan

Meskipun nama Michael Jordan kini populer sebagai keliru satu milyuner global tetapi ternyata kehidupan masa kecilnya sangatlah serba kekurangan. Bahkan Jordan sempat beberapa kali berjualan kaos bekas buat membantu perekonomian keluarganya.

3. Tertarik dengan basket semenjak kecil

Terlepas dari aktifitasnya berjualan sandang bekas, Jordan memang tumbuh menjadi seseorang anak yg menyukai basket. Apalagi dirinya mempunyai daya saing dan semangat yg tinggi. Semangatnya buat bermain basket dipicu berasal persaingannya dengan sang saudara tertua, Larry. Mereka berdua tak jarang berhadapan satu versus satu di halaman belakang rumahnya, serta umumnya Jordan kalah karena Larry selalu mendominasi.

4. King of slam dunk

Popularitas Michael juga didorong oleh kemampuannya buat melakukan slam dunk, dua kali ia menjuarai kontes slam dunk pada tahun 1987 serta 1988. Kemampuan Jordan melakukan dunk menggunakan melompat dari garis free throw membuatnya menerima julukan Air Jordan. Aksi ‘terbang’-nya lalu dijadikan simbol pada brand Air Jordan keluaran Nike, yang masih laku sampai waktu ini. ia pula adalah atlet pertama yg namanya digunakan sebagai nama sandwich restoran cepat saji McDonald’s.

Nah itulah kisah inspiratif dari kehidupan seorang legenda basket Michael Jordan. Kisah kehidupan Jordan ini mengajarkan kita perihal bermain judi bola dan sifat pantang menyerah. Bagi Jordan, kesalahan dan kekalahan tidak sebagai problemtidak berani mencoba ialah kegagalan sesungguhnya. Selain itu, Michael Jordan jua menunjukkan pada kita bahwa ada sesuatu yang mungkin dapat dilakukan serta bisa dicapai melalui pikiran positif, kerja keras, fokusserta rasa bersyukur. Tentunya hal itu patut kita contoh buat mencapai sukses sebenarnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>